Rabu, 13 November 2019

Merokok Memang Bikin Muka Lebih Tua Ternyata Itu Bukan Mitos

Waktu Indonesia Berita - Para ilmuwan telah menemukan bukti bahwa merokok dapat membuat wajah terlihat lebih tua.
Dilansir dari Newsweek, sebuah tim dari Universitas Bristol, menggunakan data genetik dari Biobank Inggris. Data ini melibatkan 500 responden.
Para peneliti mempelajari 18 ribu sifat berbeda untuk melihat sejauh mana rokok dapat memengaruhi seseorang.
Hasilnya, para peneliti menemukan, selain merusak kesehatan paru-paru, merokok juga dapat memengaruhi penampilan wajah.
Semakin sering orang merokok, maka jumlah kerutan yang ada di wajah juga akan semakin cepat bertambah. Inilah yang menyebabkan wajah seorang perokok tampak lebih tua.
"Kami mencari belasan ribu sifat untuk mengidentifikasi bagaimana kebiasaan merokok memengaruhi kondisi seseorang," ujar Louise Millard, penulis utama dalam studi ini. Louise dan timnya menggunakan dua metode untuk menguji hipotesis mereka.
Metode pertama dikenal sebagai mendelian randomization, yakni melihat variasi genetik dalam DNA untuk membantu memahami bagaimana faktor risiko tertentu memengaruhi kesehatan.
Metode ke duaka ahli membandingkan asosiasi genetik pada orang yang merokok dan tidak merokok. Hal ini untuk mengatasi bias dalam metode Mandelian randomization.
Meski sudah menemukan fakta, Millard berkata masih diperlukan penelitian lain untuk memastikan hubungan sebab-akibat antara merokok dengan penuaan wajah. Louise dan tim berharap, temuan mereka dapat membantu perokok untuk berhenti merokok. 


Sumber : Akurat.co

Achmad Baiquni Akan Tetap Ditempatkan Sebagai Direktur Utama

Waktu Indonesia Berita - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sudah melakukan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris pada tubuh perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

RUPSLB yang sudah dikordinasikan oleh Pihak BNI dan yang akan berlangasung di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, Jumat (30/8/2019) pada pukul 14.00 WIB.

Direktur Keuangan BNI Ario Bimo juga sedikit menyampaikan, kalau ada sebuah pergantian dalam jajaran direksi pada BNI. Namun posisi Direktur Utama (dirut) masih diduduki oleh Achmad Baiquni.

Sedangkan pada jajaran Dewan Direksi, Ario melanjutkan, ada sebagian perombakan yang dilakukan. Seperti Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Jaringan, dari Catur Budi Harto menjadi Tambok P Setyawati.

Selanjutnya, Direktur Bisnis Konsumer dari Tambok P Setyawati menjadi Anggoro Eko Cahyo. Lalu Direktur Tresuri dan Internasional dari Rico Budidarmo menjadi Bob Tyasika Ananta.

Dan untuk Direktur Keuangan dari Anggoro Eko Cahyo menjadi Ario Bimo, serta Direktur Manajemen Risiko dari Bob Tyasika Ananta jadi Rico Budidarmo.

Berikut ini jajaran direksi Baru BNI Hasil RUPSLB:
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah.

Profil Achmad Baiquni


Achmad Baiquni memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984 dan pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal. Achmad Baiquni Juga disebut sebagai bankir berdarah dingin.

Dalam hal pendidikan‎, Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada 1992.

Kemampuannya mengelola bank terus diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR di Singapura.

Selain itu, ia juga pernah mengikuti Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York di New York Amerika Serikat dan beberapa lainnya.


Sumber : Liputan6.com

Senin, 23 September 2019

PT Bank BJB Raih TOP GRC 2019 #4 Stars

Waktu Indonesia Berita - Pengelolaan risiko yang baik menjadi salah satu kunci yang harus dipraktikkan dalam setiap usaha bisnis. Pola manajemen risiko yang di terapkan bank BJB selama ini terbukti berhasil memberikan rasa yang aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan.

Bank BJB sendiri sudah mendapatkan perhargaan TOP GRC 2019. Diatas pimpinan Agus Mulyana, bank BJB dinilai telah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan yang sangat baik.

Bank BJB menyadari betul secara signifikansi yang akan dimainkan pengelolaan risiko usaha ini. Agus Mulyana menyetujui fungsi dari pengelolaan risiko usaha ini yakni untuk membangun dasar aalisus yang kuat sehingga berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan pernankan bisa terhindar dari risiko merugikan bahgan mendorong ekspansi keuntungan pada level yang optimal.

Catatan perseroan pada Semester I 2019 rasio Non Performing Loan (NPL) bank bjb terjaga di level 1,7% atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang sebesar 2,61%. Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank BJB berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%.

Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Direktur Kepatuhan bank BJB Agus Mulyana juga di Kandidatkan sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (GCG), manajemen risiko dan manajemen kepatuhan di perusahaan, berada di tingkat yang sangat baik sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis BJB yang berkelanjutan.

"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As'adi Budiman.





Rabu, 11 September 2019

Telah Diresmikan Pelaksana Tugas Direktur Utama Yang baru ialah, Agus Mulyana


Waktu Indonesia Berita - Agus Mulyana adalah seorang Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) telah diresmikan menjadi pelaksana tugas (plt) direktur utama (dirut) menyusul diberhentikannya Ahmad Irfan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

RUPSLB juga menetapkan untuk membuka seleksi calon dirut baru until menjalankan visi baru perseroan sebagai agen pembangunan daerah pun dalam meningkatkan penetrasi kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dirut baru hasil fit and proper test akan dilantik Maret (2019) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tetapi sesuai ketentuan OJK, posisi dirut tidak boleh kosong. Jadi ada rangkap jabatan oleh direktur kepatugan sebagai plt dirut,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (11/12).

Di dalam agenda perubahan pengurus RUPSLB hari ini, pemegang saham menyetujui perubahan pengurus Perseroan yaitu memberhentikan dengan hormat Ahmad Irfan selaku Direktur Utama Bank  BJB dan Diangkatnya Agus Mulyana sebagai penggantinya. terhitung sejak ditutupnya Rapat dan Pemberhentian Agus Gunawan selaku Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB yang sudah wafat pada tanggal 9 November 2018. Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Komisaris Utama Independen Bank BJB Klemi Subiyantoro beserta dua Komisaris Independen Bank BJB Rudhyanto Mooduto dan Suwarta.

Sementara itu, Suartini selaku Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB akan rangkap melaksanakan tugas dan tanggung jawab Direktur Komersial dan UMKM perseroan. Dan ada juga yang tidak mengalami perubahan yaitu Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Fermiyanti sebagai Direktur Operasional serta Muhadi sebagai Komisaris Bank BJB dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen Perseroan.

“Mendapat kepercayaan RUPS untuk merangkap sebagai dirut. Hal biasa dalam organisasi. Saya akan terus menjalankan program-program yang sudah dibangun oleh Pak Ahmad Irfan, dan akan memperbaiki jika ada kekurangan,” tukas Agus Mulyana.

Agus Mulyana menjabat Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB sejak Mei 2015. Pria kelahiran Bandung tahun 1964 ini sebelumnya pernah menjadi Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB pada periode 2014 – 2015, dan Pemimpin Kantor Wilayah III Bank BJB sepanjang 2013 – 2014. (*)


Rabu, 06 Maret 2019

Sebentar Lagi Redmi Note 7 Masuk ke Indonesia


Waktu Indonesia Berita - 
Resmi menjadi merek terpisah dengan Xiaomi, Redmi luncurkan produk terbaru yakni Note 7. Perangkat tersebut dikabarkan akan segera hadir di Indonesia.
Redmi Note 7 hadir sebagai perangkat untuk melanjutkan kepopuleran mereknya di Tiongkok. Sebelumnya Redmi merupakan bagian dari produk Xiaomi dan sekarang telah menjadi brand terpisah.
Founder, President and CEO Xiaomi Corporation, Lei Jun mengatakan, Redmi beroperasi sebagai brand independen untuk menghadirkan smartphone dengan konsep extreme value for money dan mempercepat kemajuan ekspansi global Xiaomi.
“Redmi akan terus fokus dalam penelitian dan pengembangan pada smartphone yang memiliki kualitas superior dengan biaya yang terjangkau, sekaligus mempercepat ekspansi di pasar global,” ujarnya, Selasa (5/3), dalam keterangan tertulisnya.
Redmi Note 7 telah dirilis lebih dulu di Tiongkok pada Januari 2019. Perangkat tersebut memiliki kamera belakang 48 megapiksel dan dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon 660 AIE SoC serta baterai sebesar 4000mAh.
Redmi tidak mengungkapkan secara pasti kapan Note 7 akan tersedia di Tanah Air. Namun pihaknya menyatakan informasi selanjutnya terkait tanggal peluncuran dan harga yang ditawarkan akan dibagikan dalam waktu dekat.[]

Sumber : Akurat.co

Dukung Penggunaan Perangkat Layar Lipat, Microsoft Kembangkan Windows Lite


Waktu Indonesia Berita - 
Microsoft dilaporkan sedang mengerjakan versi ringan atau lite dari sistem operasi Windows mereka untuk perangkat layar lipat. Nantinya dikatakan bahwa akan ada perubahan signifikan pada interface pengguna. Windows Litedijadwalkan akan resmi tersedia pada akhir tahun ini.
Windows Lite yang berbasis Windows Core OS dan CShell ini lebih adaptif dan siap untuk generasi baru perangkat Windows seperti Centaurus. Kabarnya, Windows ini disebut-sebut tidak akan terbatas pada perangkat yang dipersenjatai chip Intel, melainkan perangkat berbasis ARM.
Mengutip laporan The Verge, Selasa (5/3) hal ini membuktikan bahwa sebenarnya tren perangkat layar lipat ternyata sudah disadari oleh sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Microsoft. Itulah sebabnya mereka sudah mulai mengembangkan Windows untuk mendukung perangkat layar lipat.
Microsoft bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mengembangkan sistem untuk mendukung perangkat lipat. Google sudah lebih dulu menyediakan dukungan Android untuk perangkat lipat. Bahkan, Google dengan Android-nya memiliki keuntungan karena kebanyakan platform perangkat lipat yang ditawarkan berasal dari bentuk ponsel ke tablet.

Sumber : Akurat.co

Selasa, 05 Maret 2019

Olahraga, Lebih Baik Malam atau Pagi?


Waktu Indonesia Berita - 
Beberapa data menunjukan, dari tahun ke tahun, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat semakin meningkat. Data tersebut didukung oleh tren olahraga yang semakin hits beberapa tahun belakangan ini.
Bahkan, kegiatan yang sibuk dan padat tak lagi menghalangi banyak orang untuk tetap berolahraga. Hal tersebut terlihat dari semakin tipisnya batasan waktu untuk menjalakan olahraga. Tak hanya di pagi hari, di malam hari pun mulai banyak orang yang menggunakan waktunya untuk berolahraga.
Namun, olahraga di malam hari masih menjadi pertanyaan banyak orang. Apakah sama menyehatkannya dengan olahraga pagi hari? Apakah tak menimbulkan masalah kesehatan?
Untuk mengetahui jawabnya, dr. Michael Triangto, Sp.KO, punya penjelasannya untuk kamu.
"Apa yang membedakan lari pagi, siang, sore, malam? Udaranya? Fisik capek? Yang membedakan adalah sinar mataharinya. Orang selalu berusaha lari yang ada sinar mataharinya, karena meraka percaya olahraga paling sehat itu adalah ketika ada paparan cahaya matahari pagi, karena banyak memberikan tubuh kita vitamin D. Selain itu, udara di pagi hari juga lebih segar," katanya kepada di kawasan Ancol, Jakarta Utara, baru-baru ini.
Namun, Michael menegaskan, lari atau olahraga kapan pun juga, itu tetap baik, dibandingkan tidak melakukannya sama sekali. Hanya saja, olahraga di malam hari harus lebih memperhatikan waktunya agar tidak mengganggu pola tidur. Karena, tidak boleh berolahraga berdekatan dengan waktu tidur.
"Yang penting itu jangan berlebihan olahraganya. Hitung denyut nadi, jadi olahraga sesuai kemampuan. Jeda olahraga dengan tidur itu kurang lebih dua jam. Jadi kalau pagi tidak semua orang memiliki waktu yang panjang. Waktunya pendek terbentur waktu masuk kerja. Lakukan olahraga malam juga tidak ada masalah, lebih panjang waktunya, tidak teburu-buru. Tapi jangan lupa memikirkan jarak waktu untuk tidurnya," jelasnya.
Michael juga mengatakan, olahraga di malam hari bisa membantu masalah tidur seperti insomnia, asal dilakukan dengan benar dan intensitasnya sesuai dengan kapasitas tubuh. Karena jika tidak sesuai, tubuh akan dehidrasi dan justru akan mengakibatkan sulit tidur.[]

Sumber : Akurat.co